Selasa, 08 Februari 2011

Surat dari setan,iblis & sekutunya untuk mu..!!!



Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu
Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu
Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya
Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.
Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya , guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua ,
Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.
TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.
Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.
Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.
Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.
Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Senin, 07 Februari 2011

mereka keluargaku karena ada disetiap keadaanku dimanapun aku berada.


keluargaku harapan hidupku.semangat hidupku.alasan lain motivasiku untuk meneruskan hidupku selain karena alasan utama lillahi ta'ala.
keluargaku bukan hanya yg sedarah denganku ayah dan ibuku tapi lebih dari itu.keluargaku adalah yg selama ada dalam hidupku,yg dekat denganku seakan kedua orang tuaku
merekalah pendorong agar aku selalu tahu bahwa aku tak hidup sebatang kara di dunia dimanapun aku berada karena masih banyak saudara seimanku,

mereka selalu berkata kepadaku: "apa yg dapat aku bantu wahai saudaraku ??"
"apa yg dapat aku berikan buat engkau wahai saudaraku??",

atau terkadang berkata: ingatlah saudaraku akan perbuatanmu","hati2lah saudaraku"

kadang kala ia jg berkata: "maukah engkau bantu aku wahai saudaraku??".atau "bisakah anda menolongku wahai saudaraku??".

mungkin mereka tak ada apa2nya dan tak berharga dimata orang lain.tapi begitu terasa hingga kurasakan hingga hari ini bantuan dorongan motivasi lecutan2 semangat merekalah yg membuatku bisa sesurvive saat ini.Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
tapi kita harus ingat sebenranya merekalah salah satu nikmat yg luar biasa buat hambanya.

Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Allah SWT sudah menghitung air matamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
Allah SWT sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
Allah SWT selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Allah SWT punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Allah SWT dapat menenangkanmu.

Jika tiba - tiba kau dapat melihat jejak - jejak harapan...
Allah SWT sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Allah SWT dapat menenangkanmu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap...
ALLAH SWT TAHU


19:25 07/02/2011

Sabtu, 05 Februari 2011

Agar Allah tak Membuka Aib Kita


Suatu hari Rasulullah SAW naik ke atas mimbar dan menyeru dengan suara yang tinggi, "Janganlah kalian menyakiti kaum Muslim, janganlah menjelekkan mereka, janganlah mencari-cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat saudara sesama Muslim, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan, siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walaupun ia berada di tengah tempat tinggalnya." (dari Abdullah bin 'Umar)

Syekh Mahmud al-Mishri dalam kitabnya Mausu'ah min Akhlaqir-Rasul mengungkapkan, di zaman sekarang ini sulit untuk menemukan orang yang dapat dipercaya dalam menjaga rahasia. Kebanyakan manusia-kecuali manusia yang mendapat pertolongan Allah-tak dapat menjaga rahasia orang lain. Padahal, membuka aib orang lain termasuk bagian dari khianat.

Dalam hadis di atas, Rasulullah menegaskan bahwa menutupi aib dan menjaga rahasia termasuk keutamaan. Nabi SAW menganjurkan agar umatnya senantiasa saling memelihara rahasia dan menutupi aib saudaranya agar dapat hidup bermasyarakat dalam ketenangan, kedamaian, juah dari keresahan, kedengkian, serta balas dendam.

Namun, kita sering melalaikan peringatan ini. Kita kerap kali bermain-main dengan aib. Kita lupa kalau suatu saat Allah SWT pun akan membukakan aib kita tanpa bisa ditolak. Sesungguhnya, ketika membuka aib orang lain, sama dengan memberitahukan aib kita sendiri.

Padahal, dengan menutup aib orang lain, Allah akan menutup aib kita, baik di dunia maupun akhirat. Rasulullah bersabda, "Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia, melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya".

Aib merupakan sesuatu yang diasosiasikan buruk, tidak terpuji, dan negatif. Manusia tidak bisa lari dengan menutup diri terhadap kekurangannya. Manusia harus berintrospeksi dan menghisab diri sendiri untuk memperbaikinya. Umar bin Khattab berpesan, "Hisablah dirimu sebelum diri kamu sendiri dihisab, dan timbanglah amal perbuatanmu sebelum perbuatanmu ditimbang."

Dalam hidup, kita terkadang terlupakan dengan aib-aib sendiri yang begitu menggunung karena begitu seringnya memikirkan aib orang lain. Kita juga sering lupa untuk bersyukur bahwa Allah telah menjaga aib-aib kita. Sesungguhnya, manusia bukanlah apa-apa jika semua aibnya dibukakan di depan mata orang lain.

Jumat, 04 Februari 2011

Sayap

Sekumpulan burung dara tampak berkerumun di depan sarang mereka di sebuah pohon besar di tepian hutan. Keluarga besar burung ini sepertinya sedang bersiap untuk terbang ke suatu tempat. Wajah-wajah riang menghias tingkah mereka.

Hari itu, keluarga besar burung dara itu memang akan berangkat menuju ladang jagung yang bersebelahan dengan hutan tempat mereka tinggal. Naluri mereka seperti sudah menjadwalkan kalau hari itu butiran-butiran jagung lezat akan berserakan seusai panen petani.

“Ah, sebuah tempat yang begitu mengasyikkan,” bisik hati seekor burung dara muda yang juga tak mau ketinggalan. Dan, mereka pun mulai mengepak-ngepakkan sayap masing-masing untuk siap terbang.

Sayangnya, sebatang dahan kering tiba-tiba terjatuh dan tepat menimpa si burung dara muda. “Aduh!” teriak sang burung spontan.

Dahan patah yang terjatuh dari ketinggian itu tepat menimpa sayap kanan sang burung. Ia pun merintih kesakitan.

Semua burung yang lain sudah terlanjur terbang meninggalkan si burung dara muda yang masih di depan sarang. Begitu bersemangatnya mereka terbang, hingga lupa kalau salah satu saudara mereka masih tertinggal di pintu sarang.

Kini tinggallah si burung dara muda merintih kesakitan. Beberapa kali ia mencoba terbang, tapi sayapnya yang luka masih nyeri untuk digerakkan. ”Ah, mungkin sayap kananku patah!” keluh sang burung masih membayangkan tempat indah yang mungkin kini sedang dinikmati saudara-saudaranya.

Dalam kesendirian itu, ia sempat bergumam, ”Tuhan, kenapa kau timpakan ketidaknyamanan hanya buatku seorang.”

Selama beberapa jam ia menunggu kepulihan sayapnya agar bisa terbang. Tiba-tiba, seekor burung dara menukik tajam dan nyaris menabrak sarang di mana si burung muda beristirahat. Ia pun kaget ketika mendapati salah seorang saudaranya sudah berada persis di depannya dengan beberapa luka di bagian pangkal kaki dan dada.

“Ada apa, saudaraku?” ucap si burung dara muda sambil memeriksa luka saudaranya. “Mana yang lain?” sambungnya.

Dengan tertatih-tatih, saudara burung itu pun berujar pelan. ”Semuanya tertangkap jebakan manusia. Hanya aku yang berhasil kabur,” ucap sang burung sebelum akhirnya terkulai.

Saat itu, si burung dara muda pun tercenung. Ia seolah bingung, apakah dengan kondisi patah sayapnya itu ia sedang diberikan ketidaknyamanan oleh Tuhan, atau sebaliknya.

**
Dalam upaya menggapai cita-cita hidup, tidak jarang terjadi ‘patah sayap’ yang dialami sebagian kita. Bisa berupa gagal karir karena musibah, putus pendidikan karena biaya, gagal berjodohan karena sesuatu hal, dan sebagainya.

Nurani kemanusiaan kita pun seperti berontak untuk akhirnya mengatakan, “Tuhan, kenapa Kau timpakan ketidaknyamanan ini buatku seorang?”

Kalau saja ada kemampuan mata kita untuk melihat ujung perjalanan waktu yang akan kita alami, kalau saja kita bisa mengintip dari celah tirai hikmah hidup yang akan dilalui, mungkin hati dan lidah kita akan berujar, ”Terima kasih atas ketidaknyamanan ini, wahai Yang Maha Sayang!”

Selasa, 01 Februari 2011

Kesabaran


Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya sebuah keberanian bertahan dalam diri seorang pahlawan. Maka dahulu ulama kita mengatakan: "Keberanian itu, sesungguhnya hanyalah kesabaran sesaat."

Resiko adalah pajak keberanian. Dan hanya kesabaran yang dapat menyuplai seorang pemberani dengan kemampuan untuk membayar pajak itu terus menerus. Dan itulah yang dimaksud Allah swt dalam firman-Nya: ”Jika ada di antara kamu dua puluh orang penyabar, niscaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), niscaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir."(QS. 8: 65).

Ada banyak pemberani yang tidak mengakhiri hidup sebagai pemberani. Karena mereka gagal menahan beban resiko. Jadi keberanian adalah aspek ekspansif dari kepahlawanan. Tapi kesabaran adalah aspek defensifnya. Kesabaran adalah daya tahan psikologis yang menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban idealisme kepahlawanan, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. Coba simak firman Allah swt ini: "Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin dengan ayat-ayat Kami." (QS. 32 : 24).

Demikianlah kemudian ayat-ayat kesabaran turun beruntun dalam Qur’an dan dijelaskan dengan detil beserta contoh aplikasinya oleh Rasulullah saw, sampai-sampai Allah menempatkan kesabaran dalam posisi yang paling terhormat ketika Ia mengatakan: "Mintalah pertolongan dengan kesabaran dan sholat. Sesungguhnya urusan ini amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’." (QS. 2: 45 )

Rahasianya adalah karena kesabaran ibarat wanita yang melahirkan banyak sifat lainnya. Dari kesabaranlah lahir sifat santun. Dari kesabaran pula lahir kelembutan. Bukan hanya itu. Kemampuan menjaga rahasia juga lahir dari rahim kesabaran. Demikian pula berturut-turut lahir kesungguhan, kesinambungan dalam bekerja dan yang mungkin sangat penting adalah ketenangan.

Tapi kesabaran itu pahit. Semua kita tahu begitulah rasanya kesabaran itu. Dan begitulah suatu saat Rasulullah saw mengatakan kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya: "Sesungguhnya kesabaran itu hanya pada benturan pertama." (Bukhari dan Muslim). Jadi, yang pahit dari kesabaran itu hanya permulaannya. Kesabaran pada benturan pertama menciptakan kekebalan pada benturan selanjutnya. "Mereka memanahku bertubi-tubi, sampai-sampai panah itu hanya menembus panah," kata penyair Arab nomor wahid sepanjang sejarah, Al-Mutanabbi.

Mereka yang memiliki naluri kepahlawan dan keberanian, harus mengambil saham terbesar dari kesabaran. Mereka harus sabar dalam segala hal: dalam ketaatan, meninggalkan maksiat atau menghadapi cobaan. Dan dengan kesabaran tertinggi, "sampai akhirnya kesabaran itu sendiri yang gagal mengejar kesabarannya," kata Ibnul Qoyyim.


Mengakhiri Penindasan Amerika dan Israel Terhadap Dunia Islam


Nilai Nasionalisme dan sekelurisme yang ditanamkan terhadap rakyat Arab, tak juga menjadikan mereka hidup dengan lebih baik. Justru proses internalisasi nilai-nilai nasionalisme dan sekulerisme membawa kehancuran. Mereka tak mengalami kehidupan yang lebih baik. Dari waktu ke waktu. Justru kekuatan Dunia Arab semakin menyusut. Arabisme dan Sekulerisme menggiring mereka ke belantara kehancuran, dan berlangsung secara sistematis.

Nasionalisme yang diberi bumbu Arabisme itu, bukan hanya mengkotak-kotakkan bangsa Arab, tetapi juga menciptakan ‘chauvinisme’ secara sempit, yang akhirnya disudahi dengan peperangan yang sangat merusak. Berkali-kali terjadi perang besar di kalangan negara-negara Arab. Pasca Perang Dunia II, dan sesudah negara-negara Arab merdeka, konflik sesama negara Arab semakin kuat. Tak dapat disatukan lagi. Karena itu, seluruh potensi Dunia Arab, habis oleh konflik.

Perang Irak-Iran yang berlangsung lebih dari 10 tahun telah menguras habis sumber daya yang ada. Bukan hanya kematian dari kedua belah pihak, tetapi berapa banyak potensi yang harus dikorbankan untuk perang. Irak-Iran keduanya rugi. Tetapi, semuanya itu tak pernah menjadi pelajaran. Perang berabad yang lalu, yang pernah terjadi berulang dan berulang lagi, dan semuanya itu menguras potensi dan sumber daya yang ada. Sampai akhirnya Dunia Arab terpuruk. Kekayaan minyak yang mereka miliki hanya menyebabkan malapetaka. Masing-masing negara menumpuk senjata. Kemudian mereka berperang satu sama lainnya.

Tentu, yang paling fatal lagi, ketika berlangsung Perang Dingin antara Timur dengan Barat, memaksa Dunia Arab, terpolarisasi menjadi dua kutub. Menjadi pengikut Blok Timur atau menjadi pengikut Blok Barat. Polarisasi Dunia Arab ini diikuti dengan tindakan. Di mana Timur dan Barat yang berebut pengaruh itu menggunakan s ekutunya, kemudian satu negara dengan negara lainnya, saling berhadap-hadapan ‘vis a vis’, yang akhirnya diujungnya adalah perang. Sementara itu, Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet dan Blok Barat yang dipimpin Amerika, di tengah-tengah perang yang ada, kedua negera itu yang memetik keuntungan. Karena industri militer kedua negara itu mendapatkan keuntungan dari perang yang desktruktif.

Era Perang Dingin ini berlangsung sampai hampir lima dekade, dan bukan hanya itu, tetapi Duni Arab juga terpolarisasi dalam ruang ideologi. Mereka bukan hanya menjadi pengikut Soviet, tetapi mereka juga menikmati ideologi komunisme. Negara-negara Arab seperti Suriah, Irak, Aljazair, Tunisia, Yaman, dan Mesir, berada dalam satu blok, di bawah Uni Soviet. Sementara itu, Arab Saudi, Yordania, Maroko dan Negara-Negara Teluk, mereka berada dalam satu blok di bawah Amerika.

Tranformasi ideologi terjadi dengan intens. Soviet bukan hanya menjual senjata dan menjadi payung politik sekutunya, tetapi Soviet juga menanamkan ideologi komunisme dan sosialisme kepada setiap rezim yang menjadi sekutunya. Di Lebanon seorang ideolog yang bernama Michael Aflaq, seorang Maronit, yang sekolah di Sorbone, Perancis, dan kemudian bertemu dengan seorang mentor atau ideolog komunisme, dan selanjutnya mendirikan Partai Baath, yang esensinya penggabungan antara komunisem dan Arabisme. Ideologi berkembang di Lebanon, Syria dan Iraq, dan ideologi dianut rakyat dan para pemimpinnya, seperti Hafez al Assad dan Saddam Husien. Sementara itu, yang pro Barat, membawa paham sekulerisme, yang terus dicekokkan kepada para pemimpin Arab, dan rakyatnya.

Pasca erang Perang Dingin, dan runtuhnya Soviet, sekarang muncul masalah baru, apa yang disebut yaitu, ‘The World Order’, atau ‘Tatanan Dunia Baru’, yang intinya Barat melalui Amerika ingin menegakkan nilai-nilai atau peradaban Barat ke Dunia Arab. Yaitu sekulerisme. Ini semuanya telah mereduksi Islam dari akar kehidupan rakyat dan umat. Mereka kehilangan nilai-nilai Islam yang sudah mengakar dalam kehidupan mereka selama berabad-abad, dan harus menerima nilai-niali baru.

Para penguasa di Dunia Arab, selamanya hanyalah ‘makhluk’ yang mengabdi kepada para penjajah Barat, yang menghancurkan, bukan hanya mereka merampas kekayaan dan sumber daya alam mereka semata, tetapi para penjajah itu merampas keyakinan mereka (Islam), dan digantikan dengan nilai-nilai sekuler. Para penguasa di Dunia Arab begitu kejam terhadap rakyatnya, sesuatu yang logis, karena hakekatnya mereka itu penjajah, dan bagian dari para penjajah, yang ingin menghancurkan kehidupan rakyatnya, dan keyakinan yang mereka miliki yaitu Islam.

Para penguasa Arab bukan hanya memiskinkan rakyatnya dari materi, tetapi yang lebih kejam lagi, mereka memiskinkan nilai-nilai yang sangat berharga bagi kehidupan mereka, yang dapat memberikan ketenteraman, kebahagiaan, dan masa depan mereka, yaitu Islam. Inilah seb uah kejahatan yang tiada taranya.

Seperti y ang dilakukan oleh Amerika yang melakukan intervensi langsung kepada para pemerintahan di Dunia Arab, khususnya yang terkait dengan pendidikan, yang mereka meminta agar ajaran agama (Islam) dihapuskan dari sekolah-sekolah. Arab Saudi sudahmelakukan itu. Seperti yang dilakukan Gubernur Makah dan Jeddah, Khalid Al-Faisal, yang menutup ribuan sekolah penghafal al-Qur’an di Jeddah dan Makkah.
Amerika yang ingin seluruh bangsa Muslim di Dunia Arab menjadi sekuler, sekarang dengan menggunakan isu terorisme, dan menelanjangi kaum Muslimin di dunia Arab dari keyakinan agama mereka (Islam). Dengan hilangnya keyakinan agama mereka (Islam) itu, penjajahan akan menjadi permanen. Itulah tujuan Barat.

Sekarang di mulai dari Tunisia, yang akan merembet ke suluruh Dunia Arab, nampaknya telah terjadi tranformasi politik, dan hakikatnya ini, merupakan perang ideologi (agama), bukan hanya perang melawan kepentingan Amerika, tetapi perang melawan kepentingan para penjajah Barat dengan menggunakan para penguasa lokal, yang dibelakangnya tak lain, adalah Yahudi dan Nasrani, yang ingin menghinakan kaum Muslimin dan memperbudaknya. Selayaknya kaum Muslimin saling bahu membahu. Saling tolong menolong. Mengakhiri segala bentuk kezaliman. Membebaskan negeri-negeri Muslim dari penjajahan Yahudi dan Nasrani. Wallahu’alam.

Template by:

Free Blog Templates