Selasa, 14 Juni 2011

terimakasih ya allah



Suatu hari seorang bocah miskin sedang berjualan dari rumah ke rumah demi membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tapi sayangnya ia hanya mempunyai sedikit sekali uang.

Anak itu memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat. Tetapi, saat seorang gadis muda membukakan pintu, ia kehilangan keberaniannya. Akhirnya ia hanya meminta segelas air putih untuk menawarkan dahaga. Gadis muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar, maka dibawakannyalah segelas besar susu untuk anak tersebut.

Ia meminumnya perlahan, kemudian bertanya, "Berapa saya berhutang kepada anda ?"

"Kamu tidak berhutang apapun kepada saya," jawabnya. "Ibuku mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk perbuatan baik yang kami lakukan."

Anak itu menjawab, "Kalau begitu, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam."

Saat Howard Kelly - anak kecil yang miskin itu - meninggalkan rumah tersebut, dia bukan hanya merasa badannya lebih segar, tetapi keyakinannya pada Tuhan dan sesama manusia menjadi lebih kuat. Sebelumnya dia sudah merasa putus asa dan hampir menyerah. Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari wanita muda tersebut mengalami sakit parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan akhirnya mengirim wanita itu ke kota besar untuk mendapatkan pertolongan spesialis. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk berkonsultasi.

Ketika ia mendengar nama kota tempat asal si pasien, ia segera pergi ke kamar tempat
dimana wanita tersebut dirawat. Ia langsung mengenali dan memutuskan untuk melakukan hal terbaik yang bisa ia usahakan untuk menolongnya.

Sejak hari itu, ia memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Setelah melewati perjuangan panjang, peperanganpun dapat dimenangkan. Dr. Kelly dipanggil oleh pihak administrasi untuk menandatangani biaya yang harus dibayarkan oleh si wanita kepadanya.

Ia melihat kepada kuitansi tersebut, dan kemudian menuliskan sesuatu. Kuintansi tersebut lalu di kirim ke kamar perawatan si wanita. Wanita tersebut merasa takut untuk membukanya, karena ia merasa yakin bahwa ia tidak akan mampu membayarnya. Akhirnya dengan menguatkan hati, ia melihat ke kuintansi tersebut. Sebuah tulisan pada kuitansi telah menarik perhatiannya.

Ia membaca tulisan itu : "TELAH DI BAYAR PENUH DENGAN SATU GELAS SUSU."

Tertanda, Dr. Howard Kelly. Air mata mengalir dari matanya saat hatinya yang bahagia mengucapkan doa dan pujian :

"Terima kasih Tuhan, kasihMu telah memancar melalui hati dan tangan manusia."

Sabtu, 11 Juni 2011

Belajar dari Fatimah RA



Kasih sayang orang tua manakah yang melebihi kasih sayang Rasulullah Muhammad SAW kepada Fatimah RA putrinya.

Seperti dipetik dalam the Stories of Sahabah bahwa Ali RA pernah berkisah kepada murid-muridnya tentang Fatimah, putri kesayangan Rasulullah itu. “Fatimah biasa mengolah gandum sendiri sehingga kulit tangannya menjadi tebal. Dia bawakan air untuk keperluan rumah tangganya dengan sebuah kantong kulit sehingga meninggalkan bekas-bekas di kulitnya. Dia bersihkan sendiri rumahnya sehingga menjadi kotor pakaiannya."

Ketika mendengar para tawanan perang dibawa ke Madinah, aku berkata kepadanya, 'Pergilah kepada Rasulullah dan mintalah pelayan untuk membantumu di dalam pekerjaan rumah tangga.' Dia pun pergi kepada Rasulullah, tetapi menemukan sedang banyak orang di sekelilingnya. Karena sangat sopan dan rendah hati, Fatimah merasa berat untuk memohon kepada Rasulullah di hadapan orang lain.”

Keesokan harinya Rasulullah datang ke rumah kami dan berkata: “Fatimah, apa yang menyebabkan engkau datang menemuiku kemarin?” Fatimah merasa malu dan tetap diam. aku berkata “Ya Rasulullah, kulit Fatimah menjadi tebal dan berbekas karena mengolah gandum dan mengambil air. Dia selalu sibuk membersihkan rumah sehingga pakaiannya selalu kotor. Saya informasikan kepadanya tentang tawanan perang dan menyarankannya menemuimu untuk meminta seorang pelayan.”

Rasulullah menjawab, “Fatimah, takutlah kepada Allah! Bertakwalah dan ketika pergi tidur hendaklah kau baca Subhaanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali. Kau akan merasakan bahwa ini akan lebih membantumu daripada seorang pelayan." Fatimah berkata, “Saya bersama Allah dan Rasul-Nya.”

Adalah Rasulullah SAW sendiri yang memberikan teladan dengan selalu ringan tangan membantu anggota keluarganya. Pantaslah jika Fatimah RA menurutinya.

Bahkan di dalam Khashaish Madrasatin Nubuwah diriwayatkan bahwa Fatimah binti Muhammad telah mengisi seluruh lembaran hidupnya dengan bekerja keras. Bayangkan saja, di dalam satu waktu, Fatimah sanggup mengolah tepung dengan tangannya, sambil kakinya membuai Husain, mulutnya membaca Alquran, dan matanya menangis karena takut kepada Allah SWT. Seandainya hidupnya lebih panjang, dan ada peluang untuk melakukan lebih banyak pekerjaan, niscaya akan dihadapinya dengan tegar dan ceria.

Ali RA suaminya pun seorang pekerja keras yang tidak pernah memilih-milih pekerjaan. Pernah suatu ketika ia terpaksa membantu seorang wanita tua mengangkat 16 ember, demi mendapatkan 1 butir korma untuk setiap embernya, hingga tangannya bengkak-bengkak. Ketika ditunjukkan hasil pekerjaannya kepada Rasulullah SAW, beliaupun tersenyum, menunjukkan keridhaannya dengan ikut memakan kurma hasil pekerjaannya itu. Wallahu a'lam bish-shawab.


Oleh: Abi Muhammad Ismail Halim, adalah sahabat Republika di Texas, USA
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/05/25/llpor9-belajar-dari-fatimah-ra

10 negara yang penduduknya paling bahagia.

Coba pikirkan sejenak: Apa yang membuat Anda bahagia? buat sebagian orang bahagia dimulai dari memiliki uang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Rumah yang nyaman, makanan, baju, mobil, jalan-jalan.

Tapi sejatinya, bahagia lebih dari sekadar uang. Bahagia juga berarti sehat, bisa mengurus diri sendiri dan punya waktu untuk teman juga keluarga. Lebih jauh lagi, bahagia artinya Anda bisa menyuarakan apa yang ada di pikiran tanpa rasa takut, bahagia juga merasa aman dan tentram di rumah sendiri.

Bahagia juga bisa berarti mendapat berbagai kesempatan, apakah itu pendidikan, atau kesempatan menjadi pengusaha. Dengan dasar ini, sejak lima tahun lalu, sejumlah peneliti di Legatum Institute di London membuat peringkat negara-negara yang penduduknya paling bahagia di dunia.

Baru-baru ini Legatum menyelesaikan indeks 2010 negara-negara yang penduduknya paling bahagia dan sejahtera. Legatum menggandeng Gallup sebagai kelompok yang membuat survei, juga Heritage Foundation dan Forum Ekonomi Dunia. Ada 89 variabel untuk menentukan peringkat ini. Di antaranya, ekonomi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, keamanan, kebebasan individu dan modal sosial.

Dari 110 negara yang disurvei, inilah 10 negara yang penduduknya paling bahagia.

1. Norwegia

Norwegia menjadi negara yang penduduknya paling bahagia. Pendapatan perkapita penduduknya paling besar di dunia yakni US$53.000 per tahun. Negara ini menghabiskan anggaran untuk kesehatan paling besar nomor dua setelah Amerika Serikat. Penduduknya bahagia dengan keindahan alam dan lingkungannya. Norwegia juga memiliki cadangan minyak dan gas yang besar.

2. Denmark

Berbisnis di negara ini tak membutuhkan banyak uang. Denmark tercatat sebagai negara yang paling rendah biayanya bila seseorang ingin membuat bisnis. Pendidikan bagi penduduknya juga terjamin begitu juga kebebasan bagi individu.

3. Finlandia

Damai, pendidikan yang terjamin, kesehatan juga terjamin, kebebasan berekspresi dan pemerintah yang bisa dipercaya. Inilah Finlandia. Ekonominya juga kuat.

4. Australia
Ekonomi Australia tergolong kuat, ditopang oleh berbagai macam ekspor. Australia menjadi negara yang bagus untuk memulai sebuah bisnis. Konektivitas internet bertebaran, pendidikannya bagus dan penduduknya mempercayai pemerintah.

5. Selandia Baru
Selandia Baru adalah negara dengan gesekan sosial paling rendah. Penduduknya saling percaya dan saling bantu. Sebanyak 94 persen penduduknya puas dengan kondisi lingkungan sekitar.

6. Swedia
Swedia berada di peringkat kedua untuk kesempatan dan usaha mandiri. Swedia adalah negara yang sangat cocok untuk memulai usaha. Kebebasan individu sangat dilindungi di Swedia.

7. Kanada

Di negara ini nyaris tidak ada korupsi. Kanada juga sangat terbuka bagi para imigran. Penduduk Kanada juga terkenal sangat baik dan gemar membantu sesama. Kanada juga negara yang tepat untuk memulai sebuah bisnis.

8. Swiss
Pemerintah Swiss dikenal bersih, kesempatan mendapat pendidikan bagi penduduknya sangat terbuka. Institusi keuangannya sangat kuat dan dipercaya.

9. Belanda
Penduduk Belanda hampir pasti bahagia, kebebasan individu sangat dilindungi oleh pemerintah. Sebanyak 88 persen penduduknya sangat puas karena bisa memilih apapun yang mereka suka dan mereka jalani.

10. Amerika Serikat
Hampir 90 persen penduduk Amerika Serikat puas dengan jaminan kesehatan. Anggaran untuk kesehatan rakyatnya juga tercatat terbesar di dunia. Sebanyak 90 persen penduduknya yakin dengan kerja keras mereka bisa hidup lebih baik.

TEMPO Interaktif

FORBES | POERNOMO G. RIDHO

Kamis, 09 Juni 2011

Kalimat Indah untuk hari ini

If you are right, then there is no need to get angry.
And if you are wrong then you don't have any right to get angry.
[Jika Anda benar, maka Anda tidak perlu marah
Dan jika Anda salah, maka Anda tidak layak marah.]

Patience with family is love.
Patience with others is respect.
Patience with self is confidence.
[Sabar dengan keluarga, itu namanya cinta
Sabar dengan orang lain, itu namanya respek
Sabar dengan diri sendiri, itulah kepercayaan diri.]

Never think hard about past, It brings tears.
Don't think more about future, It brings fears.
Live this moment with a smile, It brings cheers...
[Jangan berpikir terlalu keras mengenai masa lalu, hal itu membawa air mata
Jangan pula berpikir terlalu banyak mengenai masa depan, hal itu membawa ketakutan
Hiduplah saat ini dengan senyuman, hal itu akan membawa sukacita.]


Every test in our life makes us bitter or better.
Every problem comes to make us or break us.
Choice is ours, whether we become victim or victorious.
[Setiap cobaan dalam hidup kita, bisa membuat kita lebih terpuruk atau lebih baik
Setiap masalah datang untuk membuat kita lebih berprestasi, atau hancur sama sekali
Pilihan ada di tangan kita, untuk menjadi seorang pecundang atau pemenang!]

Search a beautiful heart, not a beautiful face.
Beautiful things are not always good, but good things are always beautiful.
[Temukan hati yang indah/tulus, bukan wajah yang rupawan.
Hal-hal yang indah tidak selalu baik, namun hal-hal yang baik selalu indah!]


********************

Catatan :


Judged is so far more difficult than judging.
Menjadi yang dinilai jauh lebih susah daripada menjadi yang menilai.

Change yourself before change someone.
Rubahlah diri sendiri sebelum merubah seseorang.

Everything should be tried if you never tried it and saw someone try it.
Segala sesuatu harus dicoba jika kau belum pernah mencobanya dan melihat seseorang mencobanya.

the books are the windows of the world, so your intention are who open that windows itself.
Jika buku adalah jendela dunia, maka niatmu untuk membaca adalah pembuka jendela itu sendiri.

There isn't someone doesn't have event when he happy and there isn't someone doesn't have event when he sad.
Tak ada seseorang yang tidak punya masa saat dia senang dan juga tak ada seseorang yang tidak punya masa saat dia sedih.

Have all we need not mean can do all we need.
Memiliki semua yang kita inginkan bukan berarti dapat melakukan semua yang kita inginkan.

Smile is the shortest distance between two people.
Senyum adalah jarak yang terdekat antara dua manusia .

Real power does not hit hard , but straight to the point.
Kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan keras , tetapi tepat sasaran

You have to endure caterpillars if you want to see butterflies. (Antoine De Saint)
Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu. (Antoine De Saint)

Only the man who is in the truth is a free man.
Hanya orang yang berada dalam kebenaranlah orang yang bebas.

Every dark light is followed by a light morning.
Malam yang gelap selalu diikuti pagi yang tenang.

Laughing is healthy, especially if you laugh about yourself.
Tertawa itu sehat, lebih-lebih jika mentertawakan diri sendiri.

The danger of small mistakes is that those mistakes are not always small.
Bahayanya kesalahan-kesalahan kecil adalah bahwa kesalahan-kesalahan itu tidak selalu kecil.
Kesalahan kecil bisa mengakibatkan kesalahan yang lebih besar. Bersamaan dengan kesalahan itu, persoalannya bisa menjadi besar pula. Maka kesalahan kecil pun harus segera dibetulkan.


To be silent is the biggest art in a conversation.
Sikap diam adalah seni yang terhebat dalam suatu pembicaraan.

The worst in the business world is the situation of no decision. (Napoleon).
Yang terparah dalam dunia usaha adalah keadaan tidak ada keputusan. (Napoleon).

Dig a well before you become thirsty.
Galilah sumur sebelum Anda merasa haus.

Good manners consist of small sacrifices.
Sopan – santun yang baik yang terdiri dari pengorbanan –pengorbanan kecil.

Melepas Dominasi Bisnis Yahudi di Dunia Islam


Era globalisasi yang semuanya serba mendunia, seolah memperlihatkan sisi lain. Yaitu, dunia termasuk negeri-negeri kaum muslimin tak lebih dari incaran saudagar Yahudi untuk memasarkan produk mereka.

Apa saja. Mulai dari produk materi seperti teknologi, busana, makanan dan minuman, hiburan, olahraga, kesehatan; hingga yang non materi seperti ideologi dan pemikiran, politik, budaya, dan sebagainya.

Inilah yang bisa disebut sebagai imperialisme baru terhadap dunia, termasuk negeri kaum muslimin. Dan di situlah saat ini kita tinggal. Saat ini, bisa dibilang, kita menjadi salah satu objek eksploitasi produk Yahudi untuk kepentingan mereka.

Tentunya, Islam bukan din yang tanpa solusi. Bahkan, hanya Islam yang bisa mengungguli arus deras Yahudiisasi ini, di banding dengan agama atau sistem lain yang ada di dunia ini. Sayangnya, tidak banyak kaum muslimin yang menyadari itu.

Sebagai contoh sederhana, dari sisi kesehatan. Betapa saat ini dunia begitu bergantung dengan produk-produk kesehatan Barat yang notabene bisnis saudagar Yahudi. Mulai dari alat kesehatan, hingga aneka produk obat.

Dari sisi ini saja, entah berapa besar uang kaum muslimin tersedot ke kantong mereka. Padahal, Islam melalui sunnah Rasulullah saw. dan para sahabat telah mengawali sebuah produk kesehatan yang murah dan aman. Seperti, metode bekam, obat-obatan herbal, dan sebagainya.

Begitu pun dengan produk lain seperti keuangan, pendidikan, hiburan, dan lainnya. Kalau saja semua dikembalikan kepada cara Islam, bukan hanya saudagar Yahudi yang akan menjadi bangkrut, Islam pun bisa membumi di negeri kaum muslimin.

Pertanyaanya, bagaimana melakukan hal besar ini dalam kehidupan sehari-hari? Kendala apa saja yang biasa menjadi hambatan, dan bagaimana mengatasinya?

Masukan dari pembaca budiman sangat kami harapkan untuk kebaikan kita bersama dan untuk tegaknya Islam di bumi Allah ini.
**

Umar dengan Umur

Umar bin Khattab (581-644) adalah khalifah yang telah membentangkan pengaruh Islam di sejumlah wilayah yang berada di luar Arab Saudi. Di masanya, Mesopotamia, sebagian Persia, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara, dan Armenia, jatuh ke dalam kekuasaan Islam.

Kekuatan sebagai pemimpin sangat luar biasa, hadir berkat tempaan sang pemimpin agung, Muhammad Rasulullah SAW. Namun, dibalik kesuksesannnya sebagai pemimpin negara, Umar tetaplah seorang pribadi yang sangat sederhana.

Suatu hari, anak laki-laki Umar bin Khattab pulang sambil menangis. Sebabnya, anak sang khalifah itu selalu diejek teman-temannya karena bajunya jelek dan robek. Umar lalu menghiburnya. Berganti hari, ejekan teman-temannya itu terjadi lagi, dan sang anak pun pulang dengan menangis.

Setelah terjadi beberapa kali, rasa ibanya sebagai ayah mulai tumbuh. Tak cukup nasihat, anak itu meminta dibelikan baju baru. Tapi, dari mana uangnya? Umar bingung, gajinya sebagai khalifah tidak cukup untuk membeli baju baru. Setelah berpikir, ia pun punya ide. Umar menyurati baitul mal (bendahara negara).

Isi surat itu, (kira-kira bunyinya begini): "Kepada Kepala Baitul Mal, dari Khalifah Umar. Aku bermaksud meminjam uang untuk membeli baju buat anakku yang sudah robek. Untuk pembayarannya, potong saja gajiku sebagai khalifah setiap bulan. Semoga Allah merahmati kita semua."

Mendapati surat dari sang Khalifah Umar, kepala baitul mal pun memberikan surat balasan. Bunyinya, kurang lebih begini: "Wahai Amirul Mukminin, surat Anda sudah kami terima, dan kami maklum dengan isinya. Engkau mengajukan pinjaman, dan pembayarannya agar dipotong dari gaji engkau sebagai khalifah setiap bulan. Tetapi, sebelum pengajuan itu kami penuhi, tolong jawab dulu pertanyaan ini, dari mana engkau yakin bahwa besok engkau masih hidup?"

Membaca balasan surat itu, bergetarlah hati Umar. Tubuhnya seakan lemas tak bertulang. Umar tidak bisa membuktikan bahwa esok hari ia masih hidup. Ia sadar telah berbuat salah. Ia bersujud sambil beristigfar memohon ampun kepada Allah.

Setelah memohon ampun, ia pun memanggil anaknya. "Wahai anakku, maafkan ayahmu. Aku tak sanggup membelikan baju baru untukmu. Ketahuilah, kemuliaan seseorang bukan diukur dari bajunya, melainkan dari kemuliaan akhlaknya. Sekarang, pergilah engkau ke sekolah, dan katakan saja kepada teman-temanmu bahwa ayahmu tak punya uang untuk membeli baju baru."

Alangkah luar biasanya perhatian dan kewaspadaan seorang pemimpin dan bawahan. Mereka saling memberikan nasihat dan peringatan. Kisah ini menohok kesadaran kita tentang perilaku para pemimpin sekarang di negeri ini.

Alih-alih mengutamakan kesederhanaan dan kemuliaan akhlak, mereka malah saling berebut kekuasaan dan memperkaya diri dengan perilaku korup. Semua itu dilakukan tanpa rasa bersalah. Bahkan, antara atasan dan bawahan saling menutupi kesalahan satu sama lain. Tak heran bila Allah menimpakan azab demi azab (bencana) untuk menyadarkan kita agar senantiasa takut kepada-Nya. Wallahu a'lam.

Oleh: Moeflich Hasbullah
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/05/30/llzhkr-umar-dengan-umur

Template by:

Free Blog Templates