Kamis, 21 Maret 2013

hutang, dimata Rasulullah

Utang di Mata Rasulullah SAW



Islam sangat memperhatikan masalah utang-piutang. Bahkan Rasulullah dalam setiap sembahyangnya sering memohon kepada Allah SWT supaya terhindar dari masalah utang, "Allahumma inni a'uudzu bika min al-ma'tsami wa al-maghram, Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan lilitan utang.” 

Karena kebiasaan Nabi SAW berdoa dengan kalimat tersebut, seorang sahabat bertanya kepada Nabi, "Mengapa Engkau banyak meminta perlindungan dari utang, wahai Rasulullah?"

Jawab Nabi tegas, “Sesungguhnya seseorang apabila sedang berutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering mengingkarinya," (HR Bukhori).

Siapa saja, di antara kita pasti pernah memiliki utang. Utang bisa membuat orang bersedih dan pikiran tidak tenang. Kepada para sahabatnya, Nabi menegaskan, bahwa utang-piutang adalah perkara yang harus disegerakan. Karena pentingnya melunasi utang, Rasulullah pernah mengajarkan doa kepada sahabatnya.

Abu Umamah, sorang sahabat Nabi SAW pernah merasakan kegelisahan dan kebingungan karena memiliki utang yang tidak bisa dibayar. Suatu ketika ia sedang termenung di Masjid memikirkan utang-utangnya. Melihat sahabatnya gelisah, Rasulullah SAW langsung bersabda dan memberikan doa kepada Abu Umamah untuk diamalkan setiap pagi dan sore.

Doanya, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan pemaksaan dari orang lain.” (HR Abu Dawud).

Islam mengajarkan untuk tidak menganggap sepele masalah utang. Jika ada keluarga yang meninggal dunia, para ahli waris berkewajiban membereskan terlebih dahulu masalah utang-piutang, sebelum dikebumikan. Karena sensitifnya masalah utang, sampai Nabi sendiri tidak segera mensholatkan mayit sebelum utang-puitangnya dilunasi.

Suatu ketika satu jenazah dihadirkan kepada Nabi SAW untuk dishalatkan. Nabi bertanya dulu kepada sahabatnya, apakah mayit tersebut punya utang atau tidak. Setelah ada kepastian, bahwa mayit tersebut tidak memiliki utang, Rasulullah SAW langsung menshalatkannya.

Kemudian didatangkan lagi jenazah lain kepada Beliau, maka Beliau bertanya kembali, "Apakah orang ini punya utang?" Para sahabat menjawab: "Ya". Maka Nabi bersabda: "Shalatilah saudaramu ini". Berkata, sahabat Abu Qatadah: "Biar nanti aku yang menanggung utangnya". Maka Beliau SAW mensolatkan jenazah itu. (HR Bukhori).

Utang  adalah penghalang untuk mendapatkan ridha Allah dan masuk ke dalam surga-Nya. Utang juga yang akan menggerogoti segala amal kebajikan yang dilakukan di dunia. Pahala jihad di jalan Allah adalah sebaik-sebaik pahala dan bekal di akhirat nanti. Dalam Islam, pahala jihad dapat menghapus segala macam dosa, tapi bisa terhalang jika punya utang. Sabda Nabi dalam riwayat Imam Muslim, "Seorang yang mati syahid akan diampuni segala dosa-dosanya kecuali utang."

Jika utang dapat menjadi beban di sisi Allah, bagaimana dengan koruptor yang merampok uang rakyat miliaran rupiah? Pastinya, bahwa korupsi akan menjadi utang di akhirat kelak, yang membuat pelakunya bangkrut.

Hadis Nabi SAW dalam shahih Muslim, menyebut koruptor sebagai manusia bangkrut.  Kelak pada hari kiamat, semua pahala shalat, puasa dan zakat akan diambil Allah SWT hingga tak tersisa, dan diberikan untuk orang lain. Tidak hanya itu, koruptor juga akan membebani dosa setiap orang, yang hartanya saat di dunia, ia curi. 


Oleh E Kusnandar, Alumnus Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/03/06/mj82bt-utang-di-mata-rasulullah-saw

Awas, Bahaya Dengki!





Alkisah, ada saudagar kaya raya membeli seorang budak. Sejak mula dibeli, budak itu dirawatnya bagai seorang tuan. 

Diberikannya uang yang banyak, makanan paling lezat, pakaian paling bagus, perhiasan paling mewah, melebihi yang majikan itu berikan kepada istri dan anak-anaknya.

Tentu si budak merasa senang bercampur heran. Apalagi dia lihat majikannya selalu murung. Ada rona gelisah di wajahnya. Hingga suatu sore, saat duduk santai berdua di halaman teras rumah, si budak memberanikan diri untuk bertanya kepada majikan itu perihal sikapnya itu.

“Kenapa Tuan begitu baik kepadaku?”
 
“Sebenarnya aku punya satu permintaan. Jika kamu penuhi, berarti kamu layak menerima segala yang sudah dan akan aku berikan kepadamu. Tetapi jika kamu menolak, sungguh aku akan sangat kecewa,” jawab majikan. 

Merasa berhutang budi, si budak berkata, “Baiklah, Tuan. Anda sudah banyak berjasa atas hidupku. Aku tidak akan mengecewakan Tuan.” 

“Kamu harus berjanji dulu padaku. Aku khawatir kamu akan menolak,” pinta majikan. 

“Aku berjanji, Tuan. Sekarang apa yang harus aku lakukan?” jawab si budak polos.

“Permintaanku,” lanjut majikan itu, “kamu harus memenggal leherku ini di suatu tempat dan waktu yang akan aku tentukan.”

“Haah..!” si budak kaget bukan kepalang, “mana mungkin aku melakukan itu, Tuan?” lanjutnya.

“Tapi itulah permintaanku,” tegas majikannya. Dalam hati, si budak menolak. Tetapi majikannya tetap bersikeras, “Kamu harus melakukannya. Kamu telah berjanji kepadaku.”

Hari-hari berlalu. Suatu malam, majikan itu masuk ke kamar si budak. Di tangannya sudah ada sebilah pisau tajam dan segebok uang. Diperintahkannya si budak untuk keluar rumah, mengikuti langkahnya. Si budak berjalan pasrah di belakang tuannya. 

Alangkah heran si budak ketika melihat majikannya itu memanjat rumah tetangga sebelah rumah. Keheranan mencapai puncak saat keduanya tiba di atas atap rumah tetangga itu. Dengan suara lirih, majikan berbisik, “Potonglah leherku di sini. Setelah itu kamu boleh pergi kemana saja.”

Terperangah dengan apa yang baru didengar, si budak bertanya alasannya. Majikan menjawab, “Sudah lama aku benci orang ini. Dia selalu melebihiku dalam segala hal. Dendamku sudah puncak. Lebih baik aku mati daripada melihat mukanya. Karena itu, penggallah leherku di sini. Semua orang tahu dia sainganku. Kalau aku mati, orang akan menuduh dialah pelakunya. Dengan begitu, dia akan dipenjara.”

Mendengar itu, si budak berujar dengan geram, “Tuan memang tampak bodoh, pantas menerima kematian ini.” Dengan cepat, digoroknya leher majikan itu, lalu melarikan diri. 

Rencana berhasil. Esoknya, kampung geger oleh kematian majikan kaya raya itu. Pemilik rumah, yang merupakan saingan majikan, ditangkap atas tuduhan pembunuhan. Tetapi semua orang tidak percaya dialah pelakunya. 

Kematian menjadi misteri hingga si budak luluh hatinya. Dia datangi penguasa untuk menjelaskan peristiwa sebenarnya. Begitu penguasa paham persoalannya, si budak dan tersangka dilepaskan dari hukuman.

Kisah berikut dituturkan Murtadha Muthahhari dalam buku ‘Manusia Sempurna’ terkait bahaya dengki. Dengki memang penyakit batin yang sangat berbahaya. Banyak ayat Alquran dan hadis yang mengingatkan kita agar menjauhi dengki. 

Jika sudah kronis, dengki tidak hanya berbahaya bagi pemiliknya, tetapi juga orang lain dan lingkungan. Pendengki tidak segan-segan melakukan apa saja, termasuk mencelakakan dirinya, demi memuaskan amarahnya.
 
Karena dengki, orang lupa sanak saudara. Itulah kasus yang menimpa dua putra Adam. Dengki telah membuat Qabil tega membunuh adiknya sendiri, Habil (Qs Al-Maidah: 27-30). Nabi Yusuf dilempar ke dalam sumur juga karena menjadi sasaran dengki saudara-saudaranya (Qs Yusuf: 8-9).

Kasus lain adalah kaum Nuh yang menolak beriman kepada Nabi Nuh dengan alasan naif yang bermotif dengki. Lantang mereka berkata, “Apakah kami akan beriman kepadamu. Padahal yang mengikutimu adalah orang-orang rendahan” (Qs As-Syu’ara: 111).
 
Perhatikan juga ucapan kedengkian anak buah Fir’aun yang menentang dakwah Nabi Musa. “Apakah kita percaya kepada dua orang manusia (Musa dan Harun) seperti kita ini. Padahal kaum mereka adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?” (Qs Al-Mukminun: 47).
 
Kasus dengki juga muncul di masa Rasulullah Muhammad. Kaum kafir Makkah dan ahli kitab enggan mengimani dakwah Rasulullah adalah karena dengki. Kata mereka, “Mengapa Al-Quran tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri ini?” (Qs Az-Zukhruf: 31).

Mereka juga bilang, “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberikan anugerah oleh Allah?” (Qs Al-An’am: 53). 

Masih banyak ayat-ayat Alquran dan hadis shahih yang berbicara tentang bahaya dengki. Poin utamanya, pendengki selalu gundah gulana atas kenikmatan yang dimiliki orang lain. Sebaliknya, mereka bersuka cita jika orang lain mendapat celaka dan bencana (Qs Ali Imran: 120).

Itulah bahaya dengki. Pantas jika ganjaran yang cocok untuk pendengki adalah tercabik-cabiknya hati oleh duka lara di dunia dan musnahnya saldo pahala yang kemudian diganti siksa dahsyat di akhirat. 

Namun, ada dengki terpuji. Sabda Rasulullah, “Tidak dibenarkan dengki kecuali terhadap dua hal: laki-laki yang dikaruniai Allah Alquran lalu diamalkan siang-malam dan laki-laki yang dikaruniai Allah kekayaan lalu diinfakkan siang-malam” (HR Muslim dan Ibnu Majah). 

Pada dua model dengki inilah “hendaknya orang-orang berlomba” (Qs Al-Muthaffifin: 26).  

Cao Dai, Agama Penyembah Al-Masih Dajjal dari Vietnam


Cao DaI
Sejak Baginda Rasulullah Muhammad saw masih hidup, Baginda Rasulullah saw telah mengatakan bahaya dari fitnah Dajjal si pendusta. Bahkan Rasulullah saw menjelaskan ciri-ciri fisik dari Dajjal ini agar kita, kaum muslimin bisa menjauhi dari diri dan fitnah yang ditimbulkannya. Dan menjelaskan bahwa Allah SWT tidak buta.

Kini, berabad-abad lamanya sejak Baginda Rasulullah Muhammad saw telah wafat, banyak orang yang bukannya menjauhinya, malah menjadi pengikutnya.
Di Vietnam, tepatnya di kota Tay Ninh kini sudah berdiri sebuah kuil yang dijadikan tempat pemujaan terhadap Dajjal si messiah pendusta. Agama yang menuhankan Dajjal ini bernama agama Dao Cao Dai atau sering disebut sebagai agama Cao Dai saja. Agama baru ini dibentuk pada tahun 1926 di Vietnam. Agama ini sendiri bersifat sinkretis, yakni menyatukan semua agama yang ada di dunia dalam satu agama saja, yang menyembah Tuhan yang satu, yakni Dajjal itu sendiri.

Cao Dai sendiri bermakna “tempat yang tinggi” atau secara harafiahnya bermakna di tempat tertinggi dimana Tuhan berada. Pengikut Cao Dai mempercayai bahwa agama beserta pengajaran, simbolisme, dan organisasinya ditunjukkan langsung oleh Tuhan. Mereka meyakini pengajaran Buddhisme, Taoisme, Konfusianisme dan Kristen, Islam dan Sinkh.

Para pengikut agama Cao Dai di Vietnam

Untuk melakukan ibadahnya aliran Cao Dai ini memiliki tempat yang dinamakan Cao Dai Temple. Cao Dai Temple berada di Tay Ninh, yang berjarak 100 km dari Ho Chi Minh. Bangunan yang berwarna-warni ini juga memiliki arti yang melambangkan masing-masing kepercayaan di dalamnya. Tampak kombinasi antara bangunan masjid, pagoda indochine dan katedral. Jika Anda masuk ke dalamnya, dinding-dinding yang berada di tengah hall memiliki beberapa patung ukiran yang menjadikan simbol kepercayaan, seperti patung ukiran Yesus, Hindu Brahma, Budha, Sufi Sikh, dan bahkan Nabi Muhammad (?), tentu saja ini bentuk lain dari sebuah pelecehan terhadap Baginda Nabi besar Muhammad saw. Dan parahnya, mereka ditempatkan dengan saling berdampingan.

Agama ini pertama mulai diketahui oleh kaum muslimin, melalui sebuah program televisi di BBC yang melakukan wisata rohani ke 80 agama yang ada di dunia.

Logo Piramid All Seing Eye di jendela Kuil Cao Dai

Jika kita mengunjungi kuil ini di Vietnam, maka, akan kita temukan sebuah berhala yang ditempatkan di dalam kuil ini yang secara jelas ditujukan kepada penyembahan terhadap Dajjal si mata satu. Karena ada sebuah berhala yang ukurannya besar yang ditempatkan di dalam dengan gambar mata satu. Ornamen mata satu ini sendiri juga ditempatkan di dinding kuil, lengkap dengan segitiga mata satu kas logo piramid Illuminati (All Seeing Eye), juga di baju ibadah para pendeta agama Cao Dai ini.

Para pendeta Cao Dai

Bagi mereka yang tidak paham, maka, agama ini tampak seperti agama yang bagus, karena menggambarkan kerukunan antar umat beragama. Dimana semuanya saling menghormati dan berdampingan tanpa ada rasa permusuhan. Padahal agama ini sendiri sebenarnya adalah bentuk lain dari ajaran kaum Pagan Kabbalah Yahudi, yang dipraktekkan oleh kelompok rahasia secret societies seperti Illuminati, Freemasonry, Rosikrusian dan lain sebagainya dan
menjadi tujuan mereka untuk menyatukan semua agama dalam panji dan jugayang sesuai dengan ajaran Yahudi, agar nantinya kaum Yahudi mudah memperbudak orang-orang diluar agama mereka, yang mereka anggap lebih hina dari seekor anjing. Agama ini sekarang kita kenal dengan sebutan agama New Age.

Dan dengan melihat ini semua, banyak peneliti yang menganggap jika agama Cao Dai ini memang didanai langsung oleh kaum Freemason dan Illuminati. Kini pengikut agama Cao Dai ini diperkirakan berjumlah antara 2-3 juta jiwa di Vietnam dan di berbagai negara lain.

Berlindung dari Fitnah Dajjal

Patung yang disembah penganut agama Cao Dai

Kata Dajjal berasal dari kata Al-Kadzdzab yaitu Pembohong Besar, dinamakan demikian karena Dajjal suka menutup-nutupi kebenaran dengan kebatilan dan menyembunyikan kekafirannya dihadapan manusia dengan berbagai kebohongan.

Dajjal adalah keturunan Adam as. Kehadirannya ditengah-tengah umat manusia di akhir zaman nanti dapat dideteksi dan dirasakan oleh setiap individu orang beriman. Hal tersebut karena Dajjal memiliki karakteristik yang dapat dikenali oleh setiap mukmin sebagaimana yang telah digambarkan dan disebutkan ciri-cirinya di dalam hadis Nabi Muhammad saw.

Diantara ciri-ciri karakteristik seorang Dajjal ialah ia adalah seorang pemuda berkulit merah, berperawakan gemuk pendek, berambut keriting, keningnya bening, mata sebelah kanannya buta, sedangkan kedua bola matanya tidak berbentuk cekung ataupun cembung, selaput mata kirinya agak lebih tebal, tertulis diantara kedua matanya huruf-huruf “KAFIR” dengan tulisan tanpa terputus. Setiap orang apabila menoleh kepada wajahnya, maka dapat melihat dengan jelas tulisan tersebut. Ia tidak memiliki keturunan karena telah ditakdirkan sebagai seorang laki-laki yang impoten.

Bahaya dan bencana fitnah Dajjal tersebut dipandang sebagai yang terbesar dan terdahsyat sepanjang sejarah kehidupan manusia. Untuk menghadapi Al Masih Dajjal dan mengantisipasi setiap diri dari berbagai macam pengaruh jahat yang ditimbulkan dari berbagai fitnahnya, Nabi Muhammad saw memberikan kiat-kiat khusus yang diharapkan setiap individu mukmin dapat membentengi diri dari kejahatan Dajjal. Berikut rangkumannya yang penulis kutip dari buku Ikhwan Fauzi, Lc., “Fenomena Kiamat”:

Berpegang teguh dengan Islam.

Berlindung kepada Allah SWT dari bahaya fitnah Dajjal. Diriwayatkan dari Aisyah istri Nabi Muhammad saw, bahwa Rasulullah saw dahulu selalu berdoa di dalam shalatnya dengan ucapan: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur dan aku pun berlindung dari mara bahaya fitnah Al-Masih Dajjal.” (HR. Bukhari). Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Apabila salahs eorang dari kalian melakukan tasyahud (di dalam shalat) maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat hal, Rasulullah saw berucap: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, kejahatan fitnah Al-Masih Dajjal.” (HR. Muslim).

Menghafal sepuluh ayat dari permulaan dan akhir Surah Al-Kahfi. Diriwayatkan dari Abu Darda’ ra, Nabi Muhammad saw bersabda: “Siapa yang dapat menghafal sepulut ayat Surah Al-Kahfi, nisacaya ia terlindungi dari bahaya Dajjal.” (HR. Muslim).

Dan yang terakhir adalah dengan menjauhi Dajjal sejauh mungkin.

Kamis, 07 Maret 2013

akhirnya lulus juga, Alhamdulillah

 

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yg hingga detik ini masih diberi kesempatan untuk menghirup udara pemberianya secara gratis, terlebih mendapatkan nikmat yg paling besar yaitu nikmat iman dan islam.
setelah 5 tahun lebih sebuah perjalanan atau perantauan seorang anak kampung yg berhasrat meneruskan cita-cita besarnya, yaitu menuntut ilmu di perguruan tinggi, akhirnya hari ini telah selesai satu tingkat, babak baru berikutnya yg jauh lebih besar dan menantang akan jauh lebih berat lagi.

kebahagiaan terbesar itu adalah bisa membahagiakan dan membuat orang tua bangga, sebuah kebahagiaan yg tidak bisa ditukar oleh harta seberapapun menggunung harta tersebut, sebuah perjuangan panjang dan do'a dari orang tua yg tak henti-hentinya, rentetan restu dan keikhlasan orang tua agar anaknya bisa lebih baik dan bisa membanggakan orang tua, sungguh usaha dan kerja keras kita yg membuahkan hasil dan kemanfaatan bukan tidak mungkin adlah hasil dari kerja keras dan doa orang tua kita saat ini.

hari ini tanggal 7 maret 2013, akhirnya bisa resmi dan di wisuda, meski dengan tidak mendapatkan nilai yg begitu memuaskan, lebih dari cukup lebih tepatnya bagiku, tapi itu sudah cukup membahagiakan, menilik kerja kerasku yg tak seberapa dibanding nilai yg menurutku lebih bagus dari usaha yg kulakukan. menilik kembali perjuangan bagaimana bisa tetap bisa kuliah, rintangan dan cobaan hidup adalah hal biasa. selain bagaimana memikirkan pelajaran adalah bagaimana terus bisa bertahan di kuliaahan, uang semesteran, kerjaan, membantu orang tua.. rasa-rasanya baru kemarin semua itu kulalui, begitu dahsyatnya arti perjuangan itu, betapa nikmatnya berjuang dengan peluh keringat itu, perjuangan yg tak hanya membutuhkan modal fisik saja, namun butuh support, doa dan tentunya kerja keras untuk tidak pantang menyerah menggapai apa yg diinginkan.

perjuangan baru dimulai, perjuangan yg sesungguhnya, dilapangan dimana kita hidup, menghidupi, mempengaruhi dan memberi mafaat bagi masyarakat luas, belajar tak kenal henti, bukan di bangku kuliah  saja, namun setiap waktu dan tepata dimanapyn dan kapanpun memberikan pembelajaran hidup tiada henti, jangan berhenti belajar dan jangan belajar berhenti. harapan sederhanaku adalah bisa memberikan manfaat terhadap konsekuensi bakti dan tanggung jawab seorang mahasisawa terhadap kompetensi dan baktinya terhadap masyarakat dengan mentransfer nilai-nilai dan pengetahuan yg kita dapat selam di bangku kuliah, hingga kelak kita benar-benar menjadi agen of change. agen-agen pemberi perubahan, entah itu perubahan bagi diri sendiri terlebih dan terutama membawa dampak dan kemanfaatan bagi orang lain.


Senin, 04 Maret 2013

Sakaratul Maut Seorang Kemal Attaturk


Sesaat setelah Kemal Attaturk menggantung tigapuluh ulama dan mengawasi gerakan perlawanan dari kubu Muslim, ia katakan, “Ketahuilah, saya dapat membuat negara Turki menjadi negara demokrasi bila saya dapat hidup lima belas tahun lagi. Tetapi jika saya mati sekarang , itu akan memerlukan waktu tiga generasi.”
Begitulah Kamal Ataturk , selalu berlaku angkuh di atas tindakan kekejaman dan anti Agama , seorang yang dikenal sebagai pencetus Sekular Turki , penghancur kekhalifahan Turki .
Tahukah anda , bagaimana siksaan Allah pada akhir masanya?

Kezoliman dan penghianatan Kamal Ataturk hancurkan umat Islam di Turki sangat begitu kejam. Sekiranya Kamal Ataturk ini lahir di zaman adanya rasul pada saat ketika wahyu masih ada, tentunya bisa jadi namanya akan diabadikan seperti Firaun, Namrud dan Abu Lahab.

Cara kematian yang Allah telah datangkan kepada mereka yang zalim itu teramat tragis sekali. Kematian merekapun teramat unik . Contohnya Namrud, mati karena sakit kepala akibat dimasuki oleh seekor nyamuk melalui telinganya. Setiap kali ia menjerit, doktor pribadinya memerintahkan dipukul kepalanya untuk mengurangi kesakitannya. Setelah lama bergelut dengan sakratul maut, akhirnya dia mati dalam keadaan tersiksa dan terhina. Begitu juga dengan Firaun yang mati lemas di dalam laut.

Jadi, tidaklah heran kalau Kamal Ataturk juga menerima pembalasan yang setimpal dengan pembalasan yang diterima oleh Namrud dan Firaun.

Menurut sejarah dalam buku-buku biografinya, yang ditulis oleh para pendukungnya, kematian Kemal dikarenakan akibat over dosis minuman keras. Ditambah lagi dengan berbagai penyakit seperti penyakit kelamin, malaria , sakit ginjal dan lever.

Dia meninggal dunia pada 10 November 1938 , Kulit di tubuh badannya rusak dengan cepat dan dĂ­ganggu pula oleh penyakit gatal-gatal. Doktor-doktor sudah memberi bermacam-macam salep untuk diusap pada kakinya yang sudah banyak luka-luka karena tergaruk oleh
kukunya. Walaupun begitu dia masih sangat angkuh. Di akhir-akhir hayatnya yaitu ketika menderita sakratulmaut, anehnya dia takut sekali berada di istananya dan tubuhnya merasa panas maka ia ingin dibawa ke tengah laut dengan kapalnya. Bila penyakitnya bertambah krisis, dia tidak dapat menahan diri daripada menjerit. Jeritan itu semakin kuat (hingga kedengaran di sekeliling istana), Dia berteriak kesakitan dalam sakratulmautnya dengan penuh azab di tengah-tengah laut.

Pada 29 September 1938 Kamal Ataturk mengalami koma selama 48 jam. Pada 9 November, dia mengalami koma kali kedua. Dan sewaktu itulah air dalam perutnya disedot keluar. Dia kemudiannya tidak sadarkan diri selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia.

Cara kematiannya begitu menghinakan sekali. Begitu pula setelah kematiannya. Mayatnya TIDAK dimandikan, tidak dikafankan, tidak disembahyangkan dan tidak dikebumikan dengan segera seperti yang dituntut oleh ajaran Islam. Tetapi sebaliknya, mayatnya diawetkan dan diletakkan di ruang takhta di Istana Dolmabahce selama 9 hari 9 malam.

Setelah 9 hari, barulah mayatnya disembahyangkan, itupun setelah didesak oleh seorang adik perempuannya. Kemudian mayatnya telah dipindahkan ke Ankara dan dipertontonkan di hadapan Grand National Assembly Building. Pada 21 November, dipindahkan pula ke sebuah tempat sementara di Museum Etnografi di Ankara yang berdekatan gedung parlemen.

Lima belas tahun kemudian yaitu pada tahun 1953, barulah mayatnya diletakkan di sebuah bukit di Ankara. Mayat Ataturk tidak pernah dikebumikan. Tiada tanah yang layak untuk menjadi kuburnya.
Begitulah cara Allah memberikan azab untuk para penentangNya di dunia ini…Semoga para penzalim (yang masih diberikan kehidupan oleh Allah SWT) terhadap umat Islam dapat segera bertaubat dan berubah menjadi pendukung dan pembela Din Islam ini…aamiin ya Robbal Alamin.

Cinta yang Salah




Suatu ketika, Baginda Rasulullah Saw pernah berpesan yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Said Al-Khudri, ”Kamu akan mengikuti sunnah (tradisi) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai mereka masuk ke dalam lubang biawak pun, kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya :’Wahai Rasulullah, apakah yang Tuan maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani’ ? Rasul Menjawab; ’Kalau bukan mereka siapa lagi?”

Keprihatinan yang mendalam bagi kita orang tua yang memiliki anak remaja khususnya dan umat Islam seluruh dunia, terhadap fenomena yang sudah merasuk dan menggerogorti remaja Muslim, bukan hanya di Indonesia tapi juga di berbagai belahan dunia.

Tentu saja tidak cukup dengan keprihatinan, tapi harus dengan aksi nyata yakni meningkatkan peranan orang tua dan masyarakat dalam mendidikan generasi muda.

Setiap tanggal 14 Februari dirayakan sebagai Valentine’s Day (Hari Kasih Sayang). Kasih sayang yang bermakna kebobrokan moral atau kemaksiatan yang berbaju kasih sayang.  Fenomena ini merambah luas  baik di perkotaan maupun di pedesaan.    
 
Kata Valentine berasal dari bahasa Latin yang berarti 'Yang Maha Perkasa', 'Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa'. Kata ini ditujukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Jadi, ketika kita meminta orang menjadi to be my Valentine, berarti itu sama dengan kita meminta orang menjadi 'Sang Maha Kuasa' terhadap diri kita.

Di sinilah mulai muncul problem akidah, yakni kemusyrikan. Karena menjadikan sesuatu sebagai ilah (sesembahan dan penguasa hidup) yang bertentangan dengan Tauhid (mengesakan Allah SWT).

Perayaan Valentine’s day sendiri berasal dari perayaan ritual Lupercalia yang merupakan rangkaian upacara penyucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Pada hari itu, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak.

Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan nama gadis yang keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang.

Ketika Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini menjadi nuansa Katolik dan mengganti nama gadis-gadis tersebut dengan nama Paus atau Pastor. 

Pada abad ke-3 Masehi, Santo Valentine (seorang pemimpin Katolik) bersama temannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II.

Kaisar memerintahkan menangkap dan memenjarakan Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan Romawi. 

Lalu ia dihukum gantung pada 14 Februari 269 M. Dari kejadian itulah, Paus Gelasius meresmikan 14 Februari 496 sebagai Valentine’s Day untuk mengenang Santo Valentine.

Oleh karena itu, setiap perayaan, seperti akad nikah, resepsi, acara keluarga dan sejenisnya yang mengaitkan dengan momentum Valentine’s Day, merupakan pengakuan akan ritual agama Romawi dan kristiani tersebut.   

Apalagi dijadikan sebagai justifikasi untuk melakukan kemaksiatan kolektif yang merusak akidah dan akhlak remaja kita (pesta seks dan hura-hura).

Bukan berarti Islam tidak mengajarkan Kasih Sayang. Justru, kasih sayang sendiri berasal dari nama Allah SWT. yakni Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang mesti menghiasi (akhlak karimah) setiap pribadi Muslim. 

Cinta dan kasih sayang adalah fitrah dan karunia Ilahi yang semestinya dimuliakan dan tidak patut diekspresikan dalam bentuk kemaksiatan  untuk dan atas nama cinta.   

Perayaan Valentine’s Day merupakan kejahiliyahan modern yang lebih berbahaya dibanding dengan jahiliyah Bangsa Arab dahulu yang konvensional dan lokal.

Meniru dan ikut-ikutan terhadap suatu budaya berarti sama saja dengan mereka. Nabi SAW. mengingatkan hal ini jauh hari, ”Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka”. (HR. Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar). 

Jangan kita biarkan mereka tersesat, karena kita akan bertanggung jawab kelak di hadapan Pengadilan Rabbul Jalil, Allah SWT.

Untuk itu, setiap orang tua harus mengawasi dengan ketat anak-anak remajanya pada waktu perayaan itu tiba dan bertanggung jawab menjaga keluarga dari api neraka.(QS.66:6)



Oleh: Ustaz Hasan Basri Tanjung, MA.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/02/14/mi6ts4-cinta-yang-salah

Template by:

Free Blog Templates