
Mimpi itu bunga tidur kata sebagian orang.dan aku setuju jg dgn pendapat sbagian orang trsebut.
tapi bagaimana jika kita mimpi dikala sadar.nahh klo ini bukan mimpi ini adalah cita2...
teringat ku saat dulu setelah lulus sekolah Mts..bingung siapa yg bs ngebiayain sekolah sdgkan aku,orang tuaku mana mungkin sanggup.
bagiku mengenakan seragam putih abu2 saat itu adalah mimpi.apalagi bs ngebayangin kuliah kyk gini bagiku mimpi dalam mimpi...bertumpuk2 bangganya.
tapi ternyata keterbatasan itulah yg membuatku harus berani bermimpi teringat jg kata2"bersyukurlah apabila kita saat ini dlm keadaan lemah.miskin.terpuruk..karena tak ada pilihan lain bg kita slain bangkit"
saya merasa takut bahwa orang miskin tak mampu maka baginya adalah jaminan vonis "tak sekolah.pendidikan rendah.status sosial tak dipandang.miskin harta miskin pendidikan" ngaca dong..ngaca..!!!!
itulah sebagian cap dan image orang saat itu.
....ahh emang gue pikirin ada atau tdk adanya mereka toh kami sama saja.mereka ibarat benalu kmanapun mereka ada slalu mnimbulkan penyakit.iri.dengki.hasud.riya'.sum'ah...(sabar2 jgn naik darah)
dan ku tak perduli dgn semua itu.bagiku menyia-nyiakan harapan orang tua adalah kesalahan terbesar dlm hidup ini.kpan lg kita bs membahagiakan mreka klo kita blom bs mnjawab harapan mereka.
ditambah kami dilatih kemandirian hidup.menyikapi apa adanya dan keadaanya.
itula secercah harapanku.ingin merubah masa depan tentunya dgn meraih cita2 dan mimpi.tentunya dgn menuntut ilmu setinggi2nya.
sampai saat ini sudah berapa pengorbanan kedua orang tuaku sudah tak terhitung harganya dan jumlahnya.
mereka orang2 sabar.keras tapi tegas..
kenapa kita selalu mengeluh.??
*ingat cerita guruku di Mts dulu.bahwa jepang pernah menawarkan kpd pemerintahan indonesia.kalau ingin negaranya ditukar dgn pulau kalimantan.alasanya.?? singkat cerita.saat itu kota2 di jepang seperti tokyo.osaka.kyoto.fukuoka.hiroshima.yokohama.nagasaki.adalah kota modern yg luar biasa kala itu untuk ukuran asia.sarana dan prasarana lengkap.gedung.jalan raya.dll semuanya ada.lantas mereka mw tukar dgn kalimantan untuk apa.??
saat itu kalimantan (sambil mengira2)..hanya pulau yg benar pulau hutan.karena sedikitnya jumlah penduduk dibanding luas pulaunya (kalimantan/borneo.adalah pulau terbesar kedua didunia stelah greenland/denmark)
jadi bs kita bayangkan.saat ini masih bnyak daerah2 yg belum tereksplorasi.bahkan belum terjamah oleh manusia.(sok jadi ahli geografi)
tapi apa yg menarik perhatian orang jepang hingga mw mnukar negaranya dgn pulau kalimantan??
bandingkan kepulaun jepang adalah daerah sirkum pasifik rentan gempa.tsunami.gunung merapi.dan bencana lainya yg bnyak mengusik kehidupan dan ketentraman mereka.ditambah miskinya sumber daya alam.hasil alamnya hanya timah putih saja(klo ngak salah)
bandingkan dengan kalimantan dgn kekayaan alamnya yg luarrrrrrr biasaaaa..!!!! (beruntung kita tinggal di indonesia)
hutan tropis terbesar didunia bahkan dijuluki dgn paru2nya dunia selain brazil dgn hutan amazon-nya.dgn keaneka ragaman flora dan fauna dan hasil bumi yg melimpah.minyak.batubara.tembaga.hasil hutan yg tak ternilai harga dan jumlahnya.subhanallah..
ini sdikit contoh btapa cara berpikir orang jepang yg visioner.dgn keterbatasanya..ia merasa resah.
ada kaidah dlm bahasa arab "kegelisahan adalah awal dari sebuah perubahan"
dpt kita lihat sekarang negeri jepang dgn keterbatasannya berhasil membalik keterbatasan mereka dgn berpikir melampaui batas orang dinegara lain saat itu.kecerdasaanya.kepintaranya.kelihainya.menjadikan jepang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.negara maju.macan asia...
*klo ibarat hadis.ini hadis maudhu'(palsu).sanadnya.matan-nya.kagak ada yg shohih.paling2 rawinya yg dhoif..karena nih cerita waktu ku sekolah dulu.tanpa ku tanya kebenaran cerita ini dari guruku....tak apalah buat wawasan aja...ato buat hiburan.hehehee
kembali ke cerita..
mungkin jepang tak berhasil menukar negerinya dgn kalimantan.tapi lihatlah barang2 tambang indonesia seperti besi.tembaga.dll diekspor ke jepang.dan jepang dgn kemajuan teknologinya dibuatlah.motor.mobil.dan berbagai jenis kendaraan..dan akhirnya setelah jadi.mereka ekspor kembali.diantaranya ke indonesia sendiri..luaarrrr biasaaa..!!!!
sedangkan kita bangsa indonesia???
ya sudahlaahh..jgn selalu menyalahkan diri kita.mari berusaha lbih keras lagi..
itulah yg mendasari perubahan.adanya ketidaknyamanan.kegelisahan.ketidakberdayaan..yg menjadikan kita berpikir untuk bangkit....
"kalo kau tak sanggup mjd beringin yg tegak dipuncak bukit jadilah belukar.tp belukar yg baik yg memperkuat tanggul pinggiran danau.kalo kau tak mampu jd belukar jadilah rumput.tp rumput yg memperkuat pinggiran jalan.
tidak semua harus menjadi kapten kapal.tentu harus ada awaknya..
bkn besar kecilnya tugas yg mjadikan tinggi rendahnya dirimu.jadilah dirimu.sebaik2 dirimu.CUKUP DIRIMU..!!!
**************
cara sederhana mensyukuri hidup adalah janganlah kita selalu mengeluh.
sungguh usaha dan ikhtiar kita sangat2 kecil.tak sebanding dgn nikmat dan karunia yg allah berikan kpd kita.
berusahalah kawan....lawan keadaan dan ketidakadaan kita dgn selalu ikhtiar dan doa..niscaya Allah kabulkan dan mudahkan..kalopun allah tak mengabulkanya di dunia mungkin allah akan menggantinya dgn yg lebih mulia yaitu di akhirat kelak......
Kamis, 02 Desember 2010
mimpi anak kampung yg sederhana
Diposting oleh Abdul rohmatdia ibuku yg luar biasa
Diposting oleh Abdul rohmat
Dia wanita tua memanggul dagangan yg berat.berjalan di temaram lampu nan gelap dipagi hari.
Dia bangun lebih dulu sebelum ayam berkokok.tak lupa menyucikan badan lalu sembahyang terkadang.
Dia menengadahkan tangan sambil berucapa ditengah sepertiga malam diselesai habis sholatnya.
Dia nan tua berucap gusti allah jadikanlah anak2 kami jadi manusia2 yg bermanfaat berguna sukses dunia akhirat.dan tak banyak yg kupinta dan kuminta sungguh dgn nikmat dan karuniaMu sekarang tak kan sanggup kami hitung.
Dia bergegas dan bersiap2 menjemput karuniaNya.hingga siang menjelang dgn sejuta harapan diesok hari kedepan semua berjalan sperti sedia kala.baik2 saja.
Dia pantang menyerah.tak mau lama2 terpuruk oleh keadaan.tak menunggu aba2 untuk bergerak.baginya ikhtiarnya adalah ibadah.keluh kesahnya adalah tanda lemah dan butuhnya hamba kpd sang kholik.
Dia tidur paling belakang.disaat kami sedang nyenyak bermimpi.saat terbangun ku masih melihatnya menyelesaikan sisa kerjanya.dgn mata berair karena asap dapur nan pekat.tempat masak ikan nan sempit dgn gentingnya yg bnyak bocor.
Dia sangat keras tapi tegas dgn alasan supaya anaknya bisa mandiri dan tahan banting mengikutinya.dan kami tau itu.
Dia lebih baik mengalah drapada menang namun menghinakan.
Dia hanya melatih kita sabar.padahal terkadang kulihat ia tak sabaran.
Dia selalu berusaha memberi yg terbaik buat kami.meski terkadang kurasa ini sangat berat baginya seperti ini.
Dia tetap bertahan hingga sekarang.berjuang demi anak2nya disela2 kepergianku merantau ia hanya berpesan kepadaku"anakku tak banyak yg ibu tuntut darimu.tapi satu yg membuat ibumu bahagia yaitu bisa melihatmu menjadi sukses bagi ibu itu serasa menginjakkan salah satu kaki ibu ke surga"
ibu maafkan anakmu ini tak kan sanggup dan tak mungkin kami membalas jasamu.aku malu hingga hari ini belum ada yg bisa membuatmu bangga.aku malu belum banyak yg bisa anakmu perbuat.sementara hingga detik ini engkau masih terus berjuang menghidupi adik2ku.
ighfirlana ya rabb ighfirlana.ighfirlahuma kama rabbayani shoghiro...
perindu kaki ibu
Senin, 22 November 2010
LAMARANMU KUTOLAK....!!!!!
Diposting oleh Abdul rohmatMereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.
Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.
“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda.
“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.
“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.
Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”
“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya. Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya, keras.
Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda.
Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”
“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.
“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.
“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”
“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”
Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”
“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”
“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”
“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”
Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”
“Jadi kamu sudah bekerja?”
“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”
“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”
“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?”
Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”
“Rencananya maharmu apa?”
“Seperangkat alat shalat Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”
“Tapi saya siapkan juga emas seratus gram dan uang limapuluh juta Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”
Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”
“Kamu bisa apa itu, internet?”
“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”
“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”
“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”
Bisikan, “Tapi Ayah…”
“Kamu kesini tadi naik apa?”
“Mobil Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”
“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”
“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”
Bisikan, “Ayahh..”
“Kamu merasa ganteng ya?”
“Nggak Pak. Biasa saja kok”
“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.”
“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”
Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”
Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.
“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?”
Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga. Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”
Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.”
Mata sang muda pun ikut berkaca-kaca.
Syaikhul_Muqorrobin@JKT
Jumat, 19 November 2010
Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia
Meski tidak ada catatan yang pasti, diperkirakan kalau Islam masuk ke Pulau Jawa pada akhir abad XIV atau awal abad XV. Ini antara lain dapat dibuktikan dengan tulisan di batu nisan Maulana Malik Ibrahim tentang tahun wafatnya, yakni tahun 1419 M, setelah runtuhnya kerajaan Majapahit, yang beragama Hindu. Di awal abad XV, dengan dukungan Walisongo, Raden Fatah mendirikan Kerajaan Islam Demak. Dalam penyebaran agama Islam, cara berdakwah para wali yang jumlahnya sembilan orang itu, dirasa sesuai dengan sifat dan pembawaan masyarakat Jawa, sehingga dalam waktu yang relatif singkat hampir seluruh masyarakat Jawa memeluk agama Islam. Setelah Demak, berdiri beberapa Kerajaan Islam di Ternate, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara pada abad XVI, sehingga agama Islam menjadi agama yang dianut majoriti penduduk nusantara.
Ada beberapa faktor pendukung yang menpercepatkan penyebaran Islam di bumi nusantara. Pertama, sebagai agama tauhid (tawhîd), Islam menampilkan manusia dalam kedudukan yang sama (musâwah) dan bebas dari penghambaan sesama makhluk (hurriyyah). Prinsip tauhid ini merupakan ajaran yang sama sekali baru yang menarik dan membebaskan manusia dari belenggu lama yang membagi manusia ke dalam kelas-kelas.
Kedua, watak Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat telah membentuk perilaku dan sikap para penyebar Islam. Seperti diketahui, para wali dan penyebar Islam di nusantara adalah penganut Ahlussunnah wal Jamaah yang teguh. Dengan penuh kearifan, dakwah mereka lakukan secara tadrîj (evolusi) dan sejauh mungkin memperkecil beban yang bisa dirasakan masyarakat (taqlîl al-takâlif)
Ketiga, Islam dapat menjadi agama rakyat karena disampaikan dengan penuh kedamaian dan menghormati tradisi dan nilai secara arif berdasarkan prinsip-prinsip:
Perkembangan Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah bertambah pesat ketika generasi penerus Walisongo dan penyebar Islam lainnya mengembangkan strategi dan pendekatan penyebaran Islam melalui lembaga pesantren. Pesantren tampil dan berperan sebagai pusat penyebaran dan pendalaman agama Islam secara lebih holistik. Dari pesantren lahir lapisan masyarakat dengan tingkat kesedaran dan fahaman agama yang relatif padu dan lurus.
Pada tahap-tahap awal, lembaga pesantren memang lebih memfokuskan perhatiannya pada upaya pemantapan tauhid dan pembinaan tashawuf. Pesantren kurang memperhatikan pendalaman keilmuan Islam. Ini antara lain disebabkan literatur ke-Islaman, karya ulama-ulama terkemuka masih sangat terbatas.
Pada pertengahan abad XIX hubungan langsung antara umat Islam di nusantara dan dunia Islam lainnya, termasuk umat Islam di negara-negara Arab, mulai terbuka. Sebelumnya karena kepentingan politik penjajah Belanda, hal itu sukar dilakukan. Hubungan dengan dunia Islam itu bukan saja melalui jamaah haji ke Tanah Suci, tapi juga melalui sejumlah pemuda nusantara yang belajar di negara-negara Arab. Banyaknya literatur di pusat pengajian Islam di Timur Tengah, telah memungkinkan para pelajar dari Indonesia mencapai tingkat pengetahuan yang lebih luas dan pandangan yang lebih terbuka.
Di antara para pelajar dari nusantara adalah KH. M. Hasyim Asyari, KH. A. Wahab Hasbullah dan KH. M. Bisri Sansuri. Ketiganya belajar di Makkah saat ide Muhammad Abduh dan fahaman Wahabi sedang diperbincangkan dan diperluaskan. Ide Muhammad Abduh antara lain adalah ajakan terhadap umat Islam agar segera bangkit dari dunianya yang beku dan melepaskan diri dari kejumudkan dengan pemikiran mazhab yang mengakibatkan kebekuan itu.
Adab Mengendalikan Amarah Menurut Islam
Jangan marah!" begitu sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayat kan Imam Bukhari.
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang bisa saja marah. Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Lalu apa makna hadis Nabi SAW itu? Ibnu Hajar dalam Fathul Bani menjelaskan makna hadis itu: "AlKhath thabi berkata, "Arti perkataan Rasu lullah SAW 'jangan marah' adalah menjauhi sebab-sebab marah dan hendaknya menjauhi sesuatu yang meng arah kepadanya." Menurut 'Al-Khaththabi, marah itu tidaklah terlarang, karena itu adalah tabiat yang tak akan hilang dalam diri manusia.
Nah, apa yang harus dilakukan seorang Muslim ketika marah? Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitab Mausuu'atul Aadaab alIslamiyah, mengungkapkan hendak nya seorang Muslim memperhatikan adab-abad yang berkaitan dengan marah. Berikut adab-adab yang perlu diperhatikan terkait marah.
Pertama, jangan marah, kecuali karena Allah SWT. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan amal. Misalnya, marah ketika menyaksikan perbuatan haram merajalela. Seorang Muslim yang marah karena hukum Allah diabaikan merupakan contoh marah karena Allah.
"Seorang Muslim hendaknya menjauhi kemarahan karena urusan dunia yang tak mendatangkan pahala," tutur Syekh Sayyid Nada. Rasulullah SAW, kata dia, tak pernah marah karena dirinya, tapi marah karena Allah SWT. Nabi SAW pun tak pernah dendam, kecuali karena Allah SWT.
Kedua, berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah SWT. Ia mengingatkan, kemarahan kerap berujung dengan pertikaian dan perselisihan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar dan bisa pula memutuskan silaturahim.
Ketiga, mengingat keagungan dan kekuasaan Allah SWT. "Ingatlah kekuasaan, perlindungan, keagungan, dan keperkasaan Sang Khalik ketika sedang marah," ungkap Syekh Sayyid Nada. Menurut dia, ketika mengingat kebesaran Allah SWT, maka kemarahan akan bisa diredam. Bahkan, mungkin tak jadi marah sama sekali. Sesungguhnya, papar Syekh Sayyid Nada, itulah adab paling bermanfaat yang dapat menolong seseorang untuk berlaku santun (sabar).
Keempat, menahan dan meredam amarah jika telah muncul. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, Allah SWT menyukai seseorang yang dapat menahan dan meredam amarahnya yang telah muncul. Allah SWT berfirman, " … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Ali Imran:134).
Menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bahri, ketika kemarahan tengah me muncak, hendaknya segera menahan dan meredamnya untuk tindakan keji. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki." (HR Ahmad).
Kelima, berlindung kepada Allah ketika marah. Nabi SAW bersabda, "Jika seseorang yang marah mengucapkan; 'A'uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya." (HR Ibu 'Adi dalam al-Kaamil.)
Keenam, diam. Rasulullah SAW bersabda, "Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad). Terkadang orang yang sedang marah mengatakan sesuatu yang dapat merusak agamanya, menyalakan api perselisihan dan menambah kedengkian.
Ketujuh, mengubah posisi ketika marah. Mengubah posisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah Nabi SAW. Nabi SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring." (HR Ahmad).
Kedelapan, berwudhu atau mandi. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. "Maka dari itu, wudhu, mandi atau semisalnya, apalagi mengunakan air dingin dapat menghilangkan amarah serta gejolak darah," tuturnya, Kesembilan, memeberi maaf dan bersabar. Orang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada orang yang membuatnya marah. Allah SWT memuji para hamba-Nya "... dan jika mereka marah mereka memberi maaf." (QS Asy-Syuura:37).
Sesungguhnya Nabi SAW adalah orang yang paling lembut, santun, dan pemaaf kepada orang yang bersalah. "... dan ia tak membalas kejahatan dengan kejahatan, namun ia memaafkan dan memberikan ampunan... " begitu sifat Rasulullah SAW yang tertuang dalam Taurat, kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa AS.
Senin, 15 November 2010
Pada zaman Rasulullah, hiduplah seorang lelaki bernama Amir bin Jamuh. Meskipun kakinya pincang, Amir bertekad untuk ikut bertempur dalam Perang Uhud. Sejumlah sahabat mencegahnya. "Engkau sebaiknya tak ikut berperang karena kakimu pincang." Namun, Amir yang didukung istrinya tetap bertekad untuk ikut membela agama Allah SWT.
"Aku tidak percaya mereka telah melarangmu untuk ikut dalam pertempuran itu," tutur sang istri. Mendengar dukungan dari istrinya, Amir segera mengambil senjata, kemudian berdoa, "Ya, Allah, janganlah Engkau kembalikan aku kepada keluargaku."
Amir lalu menemui Rasulullah SAW. Dengan gigih, ia meyakinkan Nabi SAW. Sebenarnya, Nabi Muhammad meminta Amir agar tak ikut berperang. Namun, Amir terus mendesak dan akhirnya Rasulullah pun mengizinkannya.
Di medan pertempuran, Amir berteriak, "Demi Allah, aku ini sangat mencintai surga." Amir akhirnya gugur syahid di medan pertempuran. Setelah mendengar kabar kematian suaminya, sang istri segera mengendarai seekor unta untuk membawa pulang jenazahnya.
Ketika jenazah Amir diletakkan di atas unta, hewan itu tak mau berdiri. Berbagai upaya dilakukan, unta itu tetap tak mau berjalan, tapi malah asyik memandang Uhud. Ketika Rasulullah mengetahui kabar itu, beliau bersabda, "Sesungguhnya, unta itu telah diperintahkan untuk berlaku demikian. Adakah Amir mengatakan sesuatu ketika ia akan pergi meninggalkan rumahnya?"
Istrinya memberi tahu Rasulullah. Sebelum meninggalkan rumah untuk bertempur di medan perang, Amir menghadap kiblat sambil berdoa, "Ya, Allah, janganlah Engkau kembalikan aku kepada keluargaku." Itulah sebabnya, kata Rasulullah, unta itu tak mau pulang.
Kisah yang tercantum dalam kitab Himpunan Fadilah Amal karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi itu menggambarkan keberanian dan kepahlawanan orang yang berjuang di jalan Allah. Mereka hanya berharap menjadi pahlawan yang gugur syahid di sisi-Nya.
Dalam surah Ali Imran [3] ayat 169-170, disebutkan bahwa orang yang gugur di jalan Allah sebenarnya tak mati, tetapi hidup di sisi Sang Khalik. Menurut Quraish Shihab, secara jasmani mereka telah mati, namun hidup dalam kehidupan yang berbeda dengan dunia.
Mereka yang gugur di jalan Allah SWT benar-benar hidup di alam yang lain, berbeda dengan alam kita. Mereka tetap bergerak, bahkan mereka lebih leluasa dari manusia di bumi ini. Mereka tahu lebih banyak dari apa yang diketahui oleh yang berdenyut jantungnya.
Di alam sana, orang-orang yang gugur di jalan Allah telah melihat dan mengetahui nomena, bukan fenomena. Mereka juga mendapat rezeki dari Allah yang sesuai dengan kehidupan alam barzah. Maka itu, mereka bergembira karena berada dalam kehidupan yang sebenarnya di sisi Allah.
Mudah-mudahan, para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia menjadi pahlawan yang mendapat gelar yang paling tinggi, yaitu sebagai syuhada di sisi Allah SWT.

